Belajar Menulis dengan Salt Writing

005
Anak seumuran Rayyaan (27 bulan) so pasti sudah senang yang namanya coret-coret (atau “tuwis-tuwis”, begitu istilah Rayyaan). Meski sudah disediakan kertas dan alat tulis, in the end ya kejadian juga, ada coretan yang nyasar di dinding he he. Maunya sih ya corat-coretnya di kertas atau di buku saja, tapi Eyangkungnya bilang “Ya nanti tinggal dicat dindingnya, kamu juga dulu begitu,” hi hi.

002
Sebagai variasi corat-coret di kertas (atau di dinding), saya mengajak Rayyaan melakukan kegiatan salt writing alias menulis atas garam. Yang dibutuhkan adalah sebuah nampan yang kita lapisi dengan selembar kertas, sebuah sendok, sebuah kuas, dan tentu saja sebungkus garam halus. Caranya sih simpel saja, taburkan garam di atas nampan, lalu ajak anak menulis atau menggambar pada hamparan garam halus tersebut. Awalnya saya ajak Rayyaan menulis beberapa huruf, lalu saya biarkan ia menggambar sesuka hatinya. Sesekali ia saya bantu meratakan kembali permukaan garamnya.

005
Saat pertama kali salt writing Rayyaan terlihat repot karena garam yang saya gunakan kurang halus dan butiran-butiran garamnya terlihat menempel satu sama lain. Sebenarnya hal ini sudah saya prediksi. Karena saat membeli garam, merk yang jadi incaran saya habis (masih ada sih beberapa bungkus, tapi bocor dan tumpah kemana-mana). Percobaan kedua salt writing hasilnya memang jauh berbeda. Garamnya lebih halus dan tidak menempel jadi lebih enak ditulisi. Rayyaan sempat membuat suatu gambar yang ia bilang “Upi Ipi/Upin Ipin”, ada juga gambar mobil dan “tuta api (kereta api)”. Sangking asyiknya salt writing sampai tidak mau berhenti “tuwis-tuwis”di garam. Meski ada garam yang berceran, tapi sisanya masih banyak dan masih bisa digunakan lagi, saya menyimpan sisa garamnya di wadah plastik dan saya bungkus lagi dengan kantung plastik.

003
Salt writing ini cocok untuk kegiatan belajar menulis untuk anak balita atau pra sekolah. Bagaimana dengan “pro kontra” soal anak balita, pra sekolah, dan TK belajar menulis? In my humble opinion dan berdasarkan sumber yang pernah saya baca, tidak ada salahnya mengajak anak belajar menulis. Yang harus diperhatikan adalah metodenya jangan membuat anak merasa bosan apalagi tertekan (misalnya belajarnya hanya dengan menulis berlembar-lembar huruf dan kata, dan yang mengajari galak he he). Tidak hanya menulis, belajar apapun kalau saat proses belajarnya si anak merasa tertekan, bisa berakibat tidak baik bagi perkembangannya. Namanya dunia anak-anak memang dunia bermain, apalagi anak balita, pra sekolah, dan TK. Salt writing ini in syaa Allah bisa jadi salah satu metode yang menyenangkan untuk mengajak anak belajar menulis (atau menggambar).

004
Jika salt writing  dilakukan dengan jari tangan, kegiatan ini bisa melatih kepekaan inderawinya, terutama sentuhan. Selain dengan jari, salt writing bisa dilakukan dengan menggunakan kuas (gunakan ujung kuasnya yang tumpul untuk menulis dan yang ada rambut/bulu kuasnya untuk menyapu garamnya). Variasi lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan kertas atau karton warna-warni sebagai dasar salt writingnya supaya lebih menarik. Bahkan jika memungkinkan, sediakan beberapa lembar karton warna-warni sehingga anak yang lebih besar bisa mengganti sendiri kertasnya sesuai warna yang ia inginkan. Atau gabungkan beberapa lembar kertas warna-warni menjadi kertas pelangi dan jadikan pelapis nampannya. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah garam yang bertaburan. Jika khawatir sulit menyapu garamnya, ajak anak khususnya yang masih balita bermain salt writing di luar rumah.

006

Sumber:

http://www.teachpreschool.org/2012/03/writing-in-salt/
http://www.pbs.org/parents/child-development/sensory-play/

Iklan

12 pemikiran pada “Belajar Menulis dengan Salt Writing

  1. Salam bund, saya pernah pake yg pasir magnet itu… tapi tak awet dan sepertinya warnanya tak menarik buat anak.. kali ini mungkin warna bisa lebih kontras jika nampan warna gelap.. semoga anak saya suka… oh ya tapi kenapa pilih garam bun…apakah karena garam jauh lebih aman.. bahannya bagi anak?? Thanks sebelumnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s