Asyiknya Bermain Dikelilingi Es Krim Lezat

004

Setelah berkenalan dengan ABACA Seri Bahasa Inggris, Rayyaan saya kenalkan dengan ABACA Seri Membaca 1. Terutama karena ia makin excited kalau melihat suatu huruf-huruf “Mau U-A-I, mau U-A-I” begitu katanya. ABACA Seri Membaca 1 ini terdiri atas 44 lembar kartu yang dikelompokkan ke dalam 5 boks dan dilengkapi dengan permainan Panen Es Krim. Karena warna-warni es krimnya menarik, so pasti Rayyaan suka. Inti permainan Panen Es Krim adalah anak mendapat poin sesuai yang tertera di kartu saat bisa menyebutkan suku kata dan gambarnya. Hanya saja untuk anak yang lebih kecil, orang tua tidak perlu kaku mengikuti panduan bermain, karena tujuan pertamanya adalah anak merasa enjoy dan tertarik.

Rayyaanpun belum mau gambar es krimnya digunting-gunting dan baru diperkenalkan kartu-kartu pada boks 1A terlebih dulu. Kalau yang ini sebaiknya mengikuti panduan orang tua. Karena kartunya disusun secara sistematis untuk mencegah anak menjadi bosan atau kewalahan kalau sekaligus dikeluarkan 44 kartunya. Dengan mengenalkan secara bertahap anak jadi tidak mudah bosan dan jadi lebih mudah mengingat suku katanya.

Rayyaan sendiri memang belum bisa membaca suku katanya, namun ia sudah mengenali beberapa huruf. Karena tujuan saya memang hanya memperkenalkan dan bermain dengan Rayyaan, tidak masalah jika ia belum mau menirukan suku kata atau nama benda yang saya sebutkan. Namun iya terlihat senang membolak-balik kartu-kartunya. Sesekali ia saya pancing untuk menyebutkan gambar benda yang sudah ia ketahui namanya, misalnya kaki, mata, balon, dan payung atau saya minta sebutkan huruf yang ia sudah bisa. Puas membolak-balikkan kartunya, Rayyaan berpura-pura mengambil es krim dari gambar dan menyuapi saya. Jadilah Mama dan Rayyaan bermain suap-suapan es krim. Yang jadi favorit Rayyaan adalah gambar es krim cokelat. Setelah puas bermain, Rayyaan saya ajak mengembalikan kartu-kartunya ke kotak.

005

Hari ini Rayyaan saya ajak lagi memainkan ABACA Seri 1nya, masih dengan boks 1A. Kalau ia sudah familier dan bisa menyebutkan gambar benda yang ada di kotak 1A, baru deh lanjut ke kotak berikutnya. Alhamdulillah kosakatanya bertambah yaitu kata fajar, labu, dan gasing. Tidak mau saklek hanya sebatas menyebutkan namanya saja, sayapun sedikit menjelaskan apa itu fajar dan menanyakan apa yang ada di gambar tersebut (Rayyaan berkata “Ada awan,’). Saya juga bercerita kalau saya pernah membuat kue labu untuknya. Saat melihat gambar gasing saya menanyakan warna apa saja gasingnya. Rayyaan juga suka mencari benda yang serupa dengan yang ada di gambar. Misalnya saat melihat gambar nasi, ia meminta saya membuka penanak nasi. Saat melihat gambar sandal, ia lari ke belakang dan mencari sandalnya. Kebetulan warna sandalnya sama dengan warna sandal yang ada di gambar. Ia juga menyebutkan beberapa huruf yang ada di kartu, misalnya tiba-tiba ia menyebutkan dan menunjuk huruf “o” pada kata “poin” di kartu. Mungkin itu salah satu pertanda ia bisa membedakan mana yang huruf mana yang gambar. Supaya Rayyaan tidak bosan, waktu bermainnya dibatasi 10-15 menit saja per hari. Kalau sedang tidak ingin main ABACA ya tidak apa-apa, bisa main yang lain. The point is tanpa ada paksaan, ajak anak mengobrol, bacakan cerita, bermain bersamanya. Jika mereka merasa senang atau bahagia, mereka akan belajar sesuatu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s