Manfaat Bermain Puzzle Bagi Anak

002

Di Manado, Rayyaan suka sekali otak-atik karpet puzzlenya sampai akhirnya banyak bagian karpet yang kecil-kecil nyelip ntah ke mana. Di rumah Eyang tidak ada karpet puzzle yang bisa dibongkar pasang, jadi saya coba-coba membelikan Rayyaan sebuah papan puzzle. Papan puzzle pertama Rayyaan bertemakan angka. Jadi ada angka 1 sampai 10, juga ada keping puzzle bergmbar benda sejumlah angka-angka tersebut.

Kelebihan papan puzzle yang saya beli adalah ada semacam kenopnya sehingga Rayyaan mudah mengambil dan memasang kepingan puzzlenya. Selain itu, kepingan puzzle bukan dibuat berbentuk kotak lalu ditulisi angka atau diberi gambar. Tapi kepingannya dipotong sesuai bentuk angkanya. Kelebihan kepingan puzzle yang dipotong seperti itu bagi saya adalah Rayyaan jadi belajar bentuk angka-angka tersebut seperti apa. Dan ternyata Rayyaan juga juga enjoy bermain papan puzzle ini. Sampai-sampai suatu malam pernah menangis berlinang air mata karena masih ingin bermain puzzle tapi sudah disuruh tidur he he.

Selain puzzle dengan kepingan berbentuk angka, Rayyaan juga suka bermain puzzle dengan kepingan yang berbentuk huruf. Rayyaan sudah bisa menyelesaikan puzzle tersebut tanpa dibantu. Hanya saja saat bermain tetap ditemani supaya lebih semangat, apalagi kalau dipuji he he. Rencananya saya akan mencari puzzle dengan format anak menyusun kepingan untuk membentuk suatu gambar yang utuh, mulai dari gambar yang sederhana dulu dan kepingannya tidak terlalu banyak.

003

Ternyata ada banyak manfaat bermain puzzle bagi anak, yaitu:

1. Mengasah koordinasi tangan dan mata.
Bermain puzzle membutuhkan proses trial and eror yang melibatkan banyak koordinasi tangan dan mata.

2. Mengasah kemampuan memecahkan masalah.
Menyelesaikan puzzle paling sederhana sekalipun ada tujuan yang harus dicapai. Anak harus memikirkan dan menyusun strategi untuk meraih tujuan tersebut. Prosesnya melibatkan kemampuan memecahkan masalah, keterampilan penalaran, dan menyusun solusi yang bermanfaat bagi kehidupannya.

3. Mengasah keterampilan kognitif.
Ada banyak tema puzzle, misalnya angka, huruf, bentuk, warna, alat transportasi, makanan, dsb. Bermain puzzle aneka tema meningkatkan kepekaan visualnya dan menumbuhkan kesadaran tentang berbagai tema/topik.

4. Belajar menyortir dan mengklasifikasikan.
Beberapa anak suka menyortir dan mengklasifikasikan kepingan puzzle sebelum dimainkan. Misalnya menyortir puzzle berdasarkan warnanya.

5. Menambah kosakata.
Puzzle dengan berbagai tema/topik bisa menambah kosakata anak. Misalnya saja puzzle huruf yang dilengkapi gambar benda yang huruf awalannya sama dengan huruf pada kepingan puzzle. Puzzle dengan tema buah-buahan bisa menambah kosakata anak tentang buah-buahan.

6. Meningkatkan daya ingat.
Anak senang memainkan puzzle yang sama berulang-ulang. Saat memainkan kembali puzzlenya, ia akan berusaha mengingat bentuk dan warna kepingan mana yang pas di slot tertentu.

7. Mengasah motorik halus.
Bermain puzzle adalah cara yang menyenangkan untuk mengasah motorik halus anak. Anak harus mengambil, memutar, mengeksplorasi kepingan puzzle dan mencoba menempatkannya pada slot yang benar.

8. Puzzle bisa dimainkan bersama-sama misalnya dengan orang tua, kakak, adik, teman sebaya. Saat bermain bersama anak belajar bekerja sama, mencari tahu dan berdiskusi tentang kepingan puzzle tersebut harus ditempatkan di mana dan mengapa, belajar menunggu giliran bermain dan mendukung satu sama lain saat mengalami kesulitan. Dan pada akhirnya, anak-anak bergembira bersama saat berhasil menyelesaikan sebuah puzzle.

9. Membangun percaya diri.
Berhasil menyelesaikan sebuah puzzle ternyata membawa kepuasan tersendiri bagi anak. Melewati tantangan dalam menyelesaikan puzzle memberikan rasa percaya diri dan perasaan berhasil mencapai sesuatu.

006
Sumber:

Childdevelopmentinfo.com
Indiaparenting.com
Learning4kids.net

Iklan

2 pemikiran pada “Manfaat Bermain Puzzle Bagi Anak

  1. sama mbak, anak perempuan saya suka banget puzzle, sampai kalo ke toko buku, itu saja yang mau dibelinya, karena umur dah 4,5, jadi yang agak rumitpun sudah mulai bisa, kalo yang cowok 2 tahun, malah gak suka…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s