Demam Berdarah Dengue Mengintai Keluarga Kita

“DBD “Kepung” Bandar Lampung, Dinkes Tetapkan 20 Kecamatan Sebagai Wilayah Endemik” begitu salah satu judul berita di koran empat hari lalu. Dari 89 pasien demam berdarah dengue yang tercatat di Dinas Kesehatan Bandar Lampung, tujuh orang di antaranya meninggal dunia dan separuhnya adalah anak-anak dan balita. Tidak heran kalau teman-teman saya jadi cemas saat buah hatinya demam, apalagi kalau demamnya sudah berlangsung selama tiga hari.

Kok bisa sih sampai semua kecamatan di Bandar Lampung jadi endemik DBD? Curah hujan di Bandar Lampung memang masih cukup tinggi. Banjir lokal pun sering terjadi. Genangan air sudah pasti potensial untuk tempat bertelurnya nyamuk, apalagi jika ada barang bekas yang bisa menampung air hujan.

Credit pic: murtyaprilia.blogspot.com

DBD akan bisa tertangani lebih baik jika terdeteksi lebih dini. Orang tua harus mulai waspada jika anak demam selama tiga hari. Sebaiknya segera bawa anak ke dokter atau puskesmas terdekat. Dinas Kesehatan Bandar Lampung bahkan menyarankan bawa anak ke dokter atau puskesmas sebelum tiga hari jika demam tinggi. Hal lain yang harus dilakukan adalah cek darah anak melalui laboratorium untuk memastikan apakah anak terkena DBD atau tidak. Jika harus dirawat di rumah sakit biasanya anak akan diinfus, selain itu anak juga harus banyak minum air putih. Perbanyak juga minum cairan berwarna merah seperti jus jambu merah untuk menaikkan jumlah trombosit.

Tapi mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Dulu kita sering melihat iklan tentang 3M (menguras, menutup, mengubur), namun dari gambar brosur tentang pencegahan DBD yang saya temukan, sudah ada beberapa tambahan info pencegahan DBD yang disebut 4M Plus, yaitu:

1. Menguras penampungan air secara rutin.
2. Menutup penampungan air.
3. Mengubur barang bekas.
4. Memantau semua wadah air yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti.

Plus:

1. Jangan menggantung baju.
2. Memelihara ikan (supaya tidak ada jentik-jentik nyamuknya).
3. Membubuhkan larvasida.
4. Tidur menggunakan kelambu.

001

Tidur selalu menggunakan kelambu.

Apakah 4M Plus tersebut sudah saya lakukan semua? Hmm tidak sih, soalnya saya fobia ikan he he. Jadi ini dia yang Plus versi saya dan keluarga:

zodia-flowers_b

Credit pic: azumronioyon.blogspot.com

1. Menggunakan kelambu.
2. Mengoleskan minyak telon.
3. Menanam zodia (salah 1 tanaman pengusir nyamuk).
4. Menggunakan raket nyamuk.

Namun pencegahan yang tidak kalah penting tentu saja berusaha menjaga kondisi tubuh seluruh anggota keluarga dan menjaga kebersihan lingkungan. Karena di musim penghujan bukan hanya DBD yang mengintai, tapi juga penyakit lain seperti batuk dan pilek. Teman-teman blogger ada yang punya cara lain untuk mencegah DBD?

Sumber:

Tribun Lampung, 9 Februari 2015.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s