Wah Airnya Bisa Berjalan!

007

Ngajak balita buat semacam percobaan sains  itu memang penuh tantangan. Kenapa? Karena biasanya masih cuek belum mau ikut arahan. Sudah mau ikut heboh pegang ini itu he he. Tapi saya sedang berusaha cari percobaan sains yang sederhana dan nggak terlalu merepotkan. Salah satunya percobaan ini nih. Kalau dalam bahasa Inggris sih istilahnya kurang lebih “Walking Water” ya. Bahan-bahannya bisa dengan mudah karena mostly menggunakan bahan yang ada di dapur.

002

Hari 1, jam 8:45 pagi

Alat dan bahan:
1. Gelas plastik bekas air mineral.
2. Pewarna makanan (3 warna dasar: biru, kuning, dan magenta, macam warna yang ada di printer he he).
3. Sendok untuk mengaduk.
4. Air.
5. Tisu dapur/tisu makan.

004

Hari 2, jam 04:57 sore

Prosedur:
1. Siapkan 7 buah gelas plastik kosong, jejerkan.
2. Isi beberapa gelas dengan air dan pewarna makanan, dan sebagian dibiarkan kosong:
– Gelas 1 isi dengan air 100 ml dan beberapa tetes pewarna magenta.
– Gelas 2 dibiarkan kosong.
– Gelas 3 isi dengan 100 ml air dan beberapa tetes pewarna kuning.
– Gelas 4 dibiarkan kosong.
– Gelas 5 isi dengan 100 ml air dan beberapa tetes pewarna biru.
– Gelas 6 dibiarkan kosong.
– Gelas 7 isi dengan air 100 ml dan beberapa tetes pewarna magenta.
3. Ambil 6 buah tisu makan, lipat dan sesuaikan (potong) panjangnya dengan panjang gelas.
4. Susun tisu seperti pada gambar.
5. Amati perubahan pada tisu dan air dalam gelas.

005

Hari 2, jam 04:57 sore

Lalu apakah yang terjadiiiiiii? Beberapa jam kemudian airnya seolah ‘berjalan’ karena tisunya berubah warna. Lebih tepatnya sih karena tisunya menyerap air yang diberi pewarna ya. Nah kalau dibiarkan sampai besok (ditinggal tidur boleh ya, nggak perlu dipelototi terus-terusan hi hi), kelihatan deh ada warna-warna baru selain magenta, kuning, dan biru. Warna apakah itu?

006

Hari 3, jam 10:00 pagi

Saat warna magenta dan kuning bertemu, campuran warnanya menjadi oranye. Kuning dan biru bertemu menjadi hijau. Biru dan magenta bertemu menjadi ungu. Jadi seperti pelangi deh! Cantik cantik cantik! Percobaan ini bisa jadi cara asyik untuk mengenalkan konsep warna dasar ke anak. Trus kok tisunya bisa jadi berwarna ya? Dan kok gelas ke 2, 4, dan 6 yang tadinya kosong jadi ada airnya? Karena tisunya menyerap air sehingga air ‘berpindah’ dari gelas 1 ke gelas yang lain. Kalau istilah yang lebih ilmiahnya, karena kapilaritas air. Kapilaritas adalah fenomena naik atau turunnya zat cair dalam suatu pipa kapiler. Kalau di percobaan ini, naik turunnya air dalam ‘pipa kapiler’nya si tisu makan.

Tapi saya sih nggak pakai istilah ilmiah macam begini kalau menjelaskan ke Rayyaan hi hi. IMHO, untuk anak balita jelaskan sesederhana mungkin aja. Melihat tisunya jadi warna-warni aja Rayyaan sudah excited banget sambil menyebutkan setiap warnanya. Oh iya sebagai catatan, beda merk tisu mungkin daya serapnya juga beda. Tisu yang saya pakai ini butuh waktu lebih dari 24 jam supaya gelas yang kosong jadi terisi dengan warna campuran.

Kapilaritas.
Walking Water Experiment.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s